Jumat, 13 Maret 2015

pengertian trah

Trah

Apa itu trah? Trah berasal dari bahasa Jawa modern yang berarti garis silsilah / keturunan (di kamus bhs Jawa kuna tidak ada entry “trah”). Dalam arti luas, trah adalah organisasi sosial Jawa berdasarkan hubungan genealogi, dan berorientasi pada moyang tertentu. Misalnya, trah Mangunwigenan, adalah keturunan Mangunwigeno.
Organisasi trah ada beragam nama, tidak selalu memakai kata trah. Misalnya: Ikatan Keluarga Djojodiningrat, Paguyuban Trah Hamengkubuwono I, dsb.  Ada juga yang memakai kata bani, misalnya Bani Ilham (bani berasal dari bahasa Arab). Organisasi trah sudah ada pada jaman kolonial, misalnya tahun 1912 berdiri di Yogyakarta Trah Kanjeng Pangeran Haryo Soeryowinoto (salah satu dosen saya dulu adalah Prof. Moeso Soeryowinoto, mungkin beliau anggota trah ini).
Secara tradisional, trah mengacu pada organisasi para keturunan penguasa kerajaan Jawa (kaum bangsawan), mengikuti hubungan genealogi dan membentuk pohon keluarga. Misalnya: Paguyuban Trah Hamengkubuwono I, Trah Kanjeng Pangeran Haryo Soeryowinoto.  Bahkan ada juga yang pohon keluarganya jauh ke atas hingga raja Majapahit. misalnya: Paguyuban Sentono Wonoyudo. Trah ini mengklaim memiliki pohon keluarga sampai ke Brawijaya V melalui Aryo Damar yang jadi adipati Palembang.
Di kemudian hari, tradisi ini ditiru para priyayi (misal: Ikatan Keluarga Soemodilogo). Kemudian para santri juga meniru (misal: Bani Ilham). Dan kemudian wong cilik / rakyat biasa juga meniru (misal: Trah mBok Berek, yang terkenal dengan ayam gorengnya).
Tampaknya, keberadaan trah berkaitan dengan kaum urban, meskipun hanya sedikit yang memiliki organisasi trah, dan tertentu saja. Tujuan trah secara umum adalah memelihara semangat paseduluran / persaudaraan berdasarkan hubungan famili.  Hal seperti ini masih dianggap penting bagi orang Jawa, sebagaimana unen-unen dalam bahasa Jawa:ben ora kepaten obor (obor tidak padam, artinya masih bisa merunut famili-familinya),tuna satak bathi sanak (rugi uang tapi dapat untung sanak / famili), ngumpulake balung pisah (mengumpulkan tulang-tulang yang berserakan, artinya mengumpulkan sanak famili yang tersebar ke mana-mana). Begitulah kira-kira.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar