Trah
Apa itu trah? Trah berasal dari bahasa Jawa modern yang berarti garis
silsilah / keturunan (di kamus bhs Jawa kuna tidak ada entry “trah”).
Dalam arti luas, trah adalah organisasi sosial Jawa berdasarkan hubungan
genealogi, dan berorientasi pada moyang tertentu. Misalnya, trah
Mangunwigenan, adalah keturunan Mangunwigeno.
Organisasi trah ada beragam nama, tidak selalu memakai kata trah.
Misalnya: Ikatan Keluarga Djojodiningrat, Paguyuban Trah Hamengkubuwono
I, dsb. Ada juga yang memakai kata bani, misalnya Bani Ilham (bani
berasal dari bahasa Arab). Organisasi trah sudah ada pada jaman
kolonial, misalnya tahun 1912 berdiri di Yogyakarta Trah Kanjeng
Pangeran Haryo Soeryowinoto (salah satu dosen saya dulu adalah Prof.
Moeso Soeryowinoto, mungkin beliau anggota trah ini).
Secara tradisional, trah mengacu pada organisasi para keturunan penguasa
kerajaan Jawa (kaum bangsawan), mengikuti hubungan genealogi dan
membentuk pohon keluarga. Misalnya: Paguyuban Trah Hamengkubuwono I,
Trah Kanjeng Pangeran Haryo Soeryowinoto. Bahkan ada juga yang pohon
keluarganya jauh ke atas hingga raja Majapahit. misalnya: Paguyuban
Sentono Wonoyudo. Trah ini mengklaim memiliki pohon keluarga sampai ke
Brawijaya V melalui Aryo Damar yang jadi adipati Palembang.
Di kemudian hari, tradisi ini ditiru para priyayi (misal: Ikatan
Keluarga Soemodilogo). Kemudian para santri juga meniru (misal: Bani
Ilham). Dan kemudian wong cilik / rakyat biasa juga meniru (misal: Trah
mBok Berek, yang terkenal dengan ayam gorengnya).
Tampaknya, keberadaan trah berkaitan dengan kaum urban, meskipun hanya
sedikit yang memiliki organisasi trah, dan tertentu saja. Tujuan trah
secara umum adalah memelihara semangat paseduluran / persaudaraan berdasarkan hubungan famili. Hal seperti ini masih dianggap penting bagi orang Jawa, sebagaimana unen-unen dalam bahasa Jawa:ben ora kepaten obor (obor tidak padam, artinya masih bisa merunut famili-familinya),tuna satak bathi sanak (rugi uang tapi dapat untung sanak / famili), ngumpulake balung pisah (mengumpulkan
tulang-tulang yang berserakan, artinya mengumpulkan sanak famili yang
tersebar ke mana-mana). Begitulah kira-kira.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar